14.9.14

Hukum Mengadopsi Anak Menurut Ajaran Islam

Hukum Mengadopsi Anak Menurut Ajaran Islam
Mengadopsi anak dengan pengertian mengurus dan membiayai kebutuhan anak sampai mandiri, tanpa adanya penisbatan garis keturunan maka hal ini diperbolehkan bahkan dipuji karena aktifitas ini termasuk pengertian pengasuhan, bukan Tabanni (adopsi). Rasulullah SAW memuji orang yang bersukarela mengasuh anak yatim, yaitu mengurus dan membiayai kebutuhannya sampai dia mandiri.

“Dari Sahl bin Sa’d dari Nabi SAW beliau bersabda; Aku dan pengasuh anak yatim disurga seperti ini –beliau menunjukkan dua jarinya; telunjuk dan jari tengah- (untuk menunjukkan kedekatan)” (H.R.Bukhari)

Mengurus dan membiayai kebutuhan anak untuk meringankan beban orang lain juga termasuk keumuman perintah berbuat Ihsan (kebaikan) yang dinyatakan Allah dalam firmanNya;

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu(An-Nisa; 36)

Ajaran islam mengharamkan mengadopsi anak karena mengadopsi anak bermakna mengambil (mengangkat) anak orang lain secara sah menjadi anak sendiri, sementara penisbatan garis keturunan kepada orang yang tidak ada hubungan garis keturunan dicela keras dalam Islam.

Sebagaimana dinyatakan diatas, jelaslah bahwa aktifitas adopsi adalah aktifitas mengangkat anak orang lain sebagai anak sendiri. Artinya, anak orang lain yang tidak ada hubungan garis keturunan dengan pihak yang mengadopsi diangkat secara sah dan dilindungi hukum untuk menjadi anaknya untuk memperoleh konsekuensi-konsekuensi hukum sebagaimana anak sendiri.

Adopsi dengan makna seperti ini jelas diharamkan Islam karena bermakna menyambungkan garis keturunan kepada orang yang tidak ada hubungan garis keturunan/Nasab, padahal Islam sangat menjaga kejelasan garis keturunan dan melarang pencampuradukan garis keturunan Allah berfirman;

“Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). yang demikian itu hanyalah perkataanmu dimulutmu saja. dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar) (Al-Ahzab;4).

Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa anak-anak angkat/adopsi tidak akan pernah menjadi anak kandung selamanya. Itu semua hanya klaim mulut saja yang tidak ada nilainya sama sekali di sisi Allah dan tidak bisa mengubah konsekuensi-konsekuensi hukum. Demikianlah hukum mengadopsi Anak menurut Ajaran Islam yang mana hukumnya adalah Haram, semoga bermanfa'at

→ About the author

Moch Adnan adalah Admin Blog yang mempunyai ketertarikan dengan Dunia Blogging,kamu bisa Menemukan saya dan memfollow saya di Google + Twitter Facebook


Terima Kasih Telah Membaca Artikel Hukum Mengadopsi Anak Menurut Ajaran Islam . Jika Anda tertarik dengan artikel seperti ini, silahkan untuk berlangganan artikel Gratis dengan cara mengetikkan alamat e-mail anda pada kotak berlangganan berikut:
Subscribe via Email

Silahkan tinggalkan komentarnya
Mohon untuk tidak memasukkan link hidup dalam berkomentar