5.1.14

Tips Dan Trik Menghentikan Ketergantungan Sikecil Pada Benda Yang Disukainya

Memang banyak perilaku balita yang membuat orang tua jengkel dan "menyebalkan". Salah satunya adalah favoritnya pada suatu benda, lalu benda itu harus selalu dekat dengannya. Misalnya, yang paling umum adalah bantal lembut atau boneka mainan miliknya. Ke mana pun ia pergi, dan setiap kali akan tidur, bantal atau boneka harus selalu berada di dekatnya. Konyolnya lagi sarung bantal atau boneka tidak boleh diganti. Bayangkan, benda-benda yang telah kusut atau berkerut saat ia gunakan untuk tidur namun dengan percaya diri ia bawa ke hotel bintang lima sekalipun.


Bila dilihat dari mata orang dewasa, perilaku seperti ini adalah konyol, dan memalukan. Tapi, berbeda dengan anak-anak kecil, ini adalah normal karena membuatnya nyaman dan aman. Kabar baiknya, ketergantungan pada benda-benda favorit ini bisa menghilang secara bertahap dengan bertambahnya usia anak. Atau karena tekanan dari lingkungan luar rumah. biasanya ketika anak-anak masuk sekolah kebiasaan ini akan hilang, karena teguran dari guru dan diejek oleh teman-temannya.

Mengapa itu terjadi? Karena anak-anak umumnya sulit untuk mematuhi perintah atau teguran dari orang tuanya. Meskipun tidak dilarang oleh orang tua, tetapi orang tua bisa mengarahkan anak agar anak tidak tergantung pada benda-benda favoritnya. 

Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda coba 

1 - Biasakan sejak awal, anak tidak hanya terfokus pada mainan/benda saja, membiasakan anak-anak bermain dengan berbagai benda .
2 - Jika anak akan tidur, jangan biarkan anak-anak menempatkan hanya satu item terus di tempatnya.
3 - Mengatur aturan sejak awal bahwa benda-benda favoritnya, seperti bantal, selimut, atau boneka, hanya bisa dimainkan di tempat tidur /kamar tidak boleh dibawa keluar .

Namun jika anak sudah melekat pada objek yang disukainya, Anda bisa mencoba melakukan trik berikut :

1 - Luangkan lebih banyak waktu dengan anak-anak dan memberikan pelukan dan belaian lebih dari biasanya .
2 - Batasi waktu dan tempat anak menjadi dengan benda-benda kesayangannya. Misalnya, dengan menerapkan bahwa benda-benda favorit hanya mungkin di ruangan saja .
3 - "perpisahan" ke obyek favoritnya dapat dilakukan secara bertahap. Sebagai contoh, objek favorit minggu ini hanya dapat dilakukan di rumah, minggu depan mungkin hanya di dalam ruangan, dan minggu depan mungkin saja di tempat tidur.
4 - Jika anak semakin besar, mencari pengganti untuk benda-benda kecil seperti cincin, kaki boneka, atau batu-batu kecil .
5 - "Hari besar" dapat mendorong anak-anak untuk bisa meninggalkan kebiasaannya. Misalnya, pada hari pertama sekolah orang tua membuat "upacara" untuk meninggalkan benda-benda favorit di "rumah ". Buat anak sibuk sehingga ia lupa dengan benda kesukaannya. Hari pertama akan sulit karena kemungkinan besar anak akan rewel dan gelisah, tetapi pada hari berikutnya anak akan lebih akrab. Cobalah.
6 - Jangan memperbaiki benda favorit anak yang rusak itu. Jika objek rusak, maka bisa menjadi alasan bagi orang tua untuk mengatakan bahwa hal-hal favorit anak sudah usang atau tua. Jadi tidak bisa membawa lagi .
7 - Jangan lupa untuk menghargai jika anak menunjukkan kemajuan sedikit pun. Misalnya, tidak lagi membawa objek ke tempat tidur .

Jika kebiasaan ini terlihat mengganggu, dan anak benar-benar tidak bisa berpisah dengan benda-benda favoritnya, cobalah memberi pengertian kepadanya. Tentunya cara orang tua dalam memberikan pengertian akan tergantung pada usia anak. Semakin besar usia anak semakin mudah bagi orang tua untuk memberi makna melalui kata-kata. Dan anak usia muda tentu kebalikan dari itu semua, tapi tak ada salahnya mencoba Tips ini .

→ About the author

Moch Adnan adalah Admin Blog yang mempunyai ketertarikan dengan Dunia Blogging,kamu bisa Menemukan saya dan memfollow saya di Google + Twitter Facebook


Terima Kasih Telah Membaca Artikel Tips Dan Trik Menghentikan Ketergantungan Sikecil Pada Benda Yang Disukainya . Jika Anda tertarik dengan artikel seperti ini, silahkan untuk berlangganan artikel Gratis dengan cara mengetikkan alamat e-mail anda pada kotak berlangganan berikut:
Subscribe via Email

Silahkan tinggalkan komentarnya
Mohon untuk tidak memasukkan link hidup dalam berkomentar