16.12.13

Motor Saya Motor Bebek, Kalau Kamu?

Bebek yang arogan

pengendara motor sejujurnya saja sangatlah rentan mengalami kecelakaan saat mengaspal dijalanan, mengapa demikian? Karena memang minimnya pelindung pada diri sipengendara itu sendiri, jika dibandingkan dengan mobil misalnya saja, pengendara mobil jauh lebih safety karena tubuh pengendara masih terhalang body mobil serta airbag yang terdapat di dalam mobil. Berbeda dengan bebek (kaya: supra x, mio, jupiter,dsb.) tubuh pengendara tidak terhalang apa-apa lagi, dan satu-satunya yang paling dilindungi hanyalah pada bagian tengkorak kepalanya saja, yakni melindunginya dengan sebuah helm.

Bebek (motor) rentan sekali mengalami kecelakaan, roda ban jika terkena batu kerikil sedikit saja bisa menyebabkan oleng dan hilang keseimbangan, terkena benturan sedikit saja bukan tidak mungkin sipengendara bisa terlempar dari tempat duduknya, dan kerentanan lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu disini. 

Namun mengapa masih banyak saja yang saya jumpai ketika dijalanan, para pengendara-pengendara bebek yang arogan main hajar bleh saja ketika mengendara, mereka (para rider bebek) akan mengumpat mati-matian jika kedapatan bebek didepannya lambat memacu kecepatan. Bukan main tingkah laku berkendaranya seakan jalanan sempit itu milik nenek moyangnya saja, sekena udelnya saja mencaplok jalan orang, dan melibas bebek yang melaju dengan penuh kehati-hatian yang ada didepan spakbor motornya.

Semua sudah tahu, minim-minimnya mengenallah istilah 'time is money.' dan istilah 'siapa cepat dia dapat' ketika mengejar rezeki. Tapi jangan sembrono apalagi tidak senonoh dong, tetap utamakan keselamatan sesama pengguna jalan, apalagi jalan sempit.

Karena jika sampean sampai koit bin modar alias tewas mampus dijalan akibat arogan mengendarai bebek yaa.. Enggak keren, amit-amit yah. Money atau uang yang anda kejar juga toh tidak akan anda bawa mati keliang lahat toh,

mari-marilah kita sama-sama saling menghargai antar sesama pengguna bebek dan pengguna jalan, mari sama-sama belajar tuk saling harga menghargai antar sesama bebek kreditan, saya yakin semua juga ingin selamat hingga sampai tujuan baik itu ke kantor ketika pagi, atau ke rumah ketika sore hari bagi karyawan.

Apa? Memang seperti inilah cerminan budaya berkendara di daerah kita. Sumrawut.! Namun jika kita belajar tuk saling menanamkan kepedulian dalam diri kita dan antar sesama bebek, saya yakin sebanyak apapun bebek yang mengaspal tidak akan menimbulkan kemacetan yang berarti. 

Patuhi rambu-rambu yang ada gunakan semua aksesoris yang ada pada bebek dengan benar seperti fungsi lampu sain, nyalakan ketika hendak membelok, lampu depan tidak menyala dalam posisi lampu jauh agar tidak mengganggu pengendara lain dan tidak dibuat silau oleh lampu depan, dan sebagainya. 

Supaya keharmonisan saat berkendara dengan bebek idaman yang belum lunas tersebut bisa terasa lebih menyenangkan dan tentunya selamat sampai ditujuan, pesan saya tetap waspada dan hati-hatilah ketika berkendara, terima kasih sudah membaca artikel ini.

→ About the author

Moch Adnan adalah Admin Blog yang mempunyai ketertarikan dengan Dunia Blogging,kamu bisa Menemukan saya dan memfollow saya di Google + Twitter Facebook


Terima Kasih Telah Membaca Artikel Motor Saya Motor Bebek, Kalau Kamu? . Jika Anda tertarik dengan artikel seperti ini, silahkan untuk berlangganan artikel Gratis dengan cara mengetikkan alamat e-mail anda pada kotak berlangganan berikut:
Subscribe via Email

Silahkan tinggalkan komentarnya
Mohon untuk tidak memasukkan link hidup dalam berkomentar