9.8.13

Hikmah Dari Berpuasa

Hikmah Dari Berpuasa

Hikmah Dari Berpuasa
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahi ilham... Ramadan tahun ini sudah berakhir setelah saling bermaafan dengan penuh rasa syahdu, mengembalikan jiwa kita kedalam kesucian. Suci layaknya seorang bayi yang baru terlahir, sesuci hari raya aidul fitri ini. Takaballahuminna waminkum, takabball yaakariim. Minal aidin walfa idzin, mohon maaf lahir dan batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriyah.

Ada 4 hikmah yang bisa kita petik dengan berakhirnya puasa ramadan tahun ini,dan semoga kita bisa berjumpa kembali dengan Ramadan di Tahun-tahun berikutnya, Aamiin. Ke-4 pelajaran yang bisa kita petik dari melaksanakan ibadah puasa Ramadan diantaranya adalah:

1- Melatih kesabaran kita
2- Melatih kejujuran
3- Mengasah rasa sosial atau rasa berempati
4- Membentuk rasa rendah diri atau bertawadhu.

Puasa melatih kesabaran diri.

Dengan berpuasa berarti menahan rasa lapar dan haus dari mulai terbitnya matahari hingga tenggelamnya matahari, ini jelas membutuhkann sebuah kesabaran dari kita dalam menjalankan serta melewati ibadah puasa selama 30 hari lamanya. Kedepannya dengan kesabaran yang telah diperoleh dari menjalankann ibadah puasa ini kita harus mampu untuk bersabar dalam menghadapi segala cobaan hidup ini.

Puasa melatih kejujuran

Dengan berpuasa maka kejujuran kita akan semakin terlatih, hal ini bisa kita  contohkan dalam sebuah cerita singkat berikut ini “ketika di dalam rumah, Andi mendapati penghuni rumah sedang pergi. Kedua orangtuanya serta adik-adiknya sedang pergi keluar rumah. Namun karena rasa jujur yang dimilikinya, walaupun saat itu didalam rumahnya banyak makanan serta minuman, tetapi Andi tidak makan dan tidak minum, walau rasa lapar sedang melanda dirinya.” Kejujuran inilah yang pada akhirnya membawa membawa kita (Andi) pada sebuah kemenangan.

Puasa mengasah rasa sosial atau mengajarkan kita untuk berempati

Dengan berpuasa kita bisa ikut merasakan derita saudara-saudara kita yang hidup berkekurangan, saudara kita yang hidup dalam kemiskinan, kita turut berempati atas derita yang mereka alamai, hingga menjadikan kita pribadi yang gemar menolong serta membantu atas kesusahann orang lain. Contoh kecilnya melalui Zakat, infak dan shadakah. Manusia adalah makhluk sosial yang tak akan bisa hidup seorang diri, si kaya membutuhkan simiskin, serta kebalikannya. Seorang dokter membutuhkan seorang pasien serta sebaliknya, bahkan orang yang mati sekalipun membutuhkann orang yang hidup,dan sebaliknya begitu juga dengan orang yang hidup membutuhkan orang yang mati (tukang gali kuburan).

Puasa membentuk rasa rendah diri dihadapan Allah SWT

Dengan berpuasa kita meraskan kelemahan pada tubuh kita dimulai ketika pagi hari, siang hari, hingga waktu berbuka tiba. Rasa lemah itu mengajarkan kepada kita untuk lebih bertawadhu, bahwasanya manusia itu terlahir dalam keadaan lemah dan tak berdaya. Sesaat saja kita merasakan kekuatan dimana masa muda menghampiri, setelah menjadi Tua maka kembali kita kepada keadaan lemah seperti dimana pertama kali kita terlahir (Bayi). Untuk itu tak sepantasnyalah kita hidup merasa sombong serta besar kepala, karena sesungguhnya kesombongan itu hanya milik Allah s.w.t

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahi Ilham.! Semoga dengan ibadah puasa ini menjadikan ketakwaan serta keimanan kita kian bertambah, serta Hikmah Dari Berpuasa ini dapat kita terapkan terus dalam bulan-bulan selanjutnya, akhir kata sekali lagi saya ucapkan Selamat Idul Fitri 1434 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Wassalam....

→ About the author

Moch Adnan adalah Admin Blog yang mempunyai ketertarikan dengan Dunia Blogging,kamu bisa Menemukan saya dan memfollow saya di Google + Twitter Facebook


Terima Kasih Telah Membaca Artikel Hikmah Dari Berpuasa . Jika Anda tertarik dengan artikel seperti ini, silahkan untuk berlangganan artikel Gratis dengan cara mengetikkan alamat e-mail anda pada kotak berlangganan berikut:
Subscribe via Email

Silahkan tinggalkan komentarnya
Mohon untuk tidak memasukkan link hidup dalam berkomentar